MARSIGIT PHILOSOPHY 2019 - IMROATUS SYARIFAH (TUGAS AKHIR 1)
TUGAS AKHIR BAGIAN 1
MASALAH FILOSOFIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A.
disusun oleh :
IMROATUS SYARIFAH
1. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep angka 0?
Angka 0 dapat dianggap sebagai awal dari sekian banyak bilangan. Secara filsafat, angka 0 daat dikatakan sebagai awal berpikir.
2. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep trigonometri?
Trigonometri adalah ilmu matematika yang mempelajari hubungan panjang dan sudut pada segitiga. Pada trigonometri memiliki aturan-aturan khusus yang sulit dimengerti. Sehingga trigonometri ini hanya ada dalam pikiran yang sulit dimengerti anak-anak.
3. Bagaimana penjelasan filsafat tentang fungsi trigonometri?
Fungsi trigonometri adalah fungsi periodik dimana fungsi itu akan berulang setiap periodenya. Secara filsafat, fungsi trigonometri dapat diibaratkan sebagai siklus hermeneutika kehidupan.
4. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep integral?
Integral dapat diartikan sebagai keseluruhan bagian yang diperlukan untuk menjadi lengkap, utuh, sempurna, tidak terpisah. Secara filsafati, integral dapat digambarkan dengan konsep Apriori Sintetik yang dikemukakan oleh Kant. Kant menggabungkan antara idealita dan realita untuk memperoleh ilmu secara utuh karena suatu pengetahuan akan menjadi ilmu jika menggunakan keduanya, idelaita dan realita.
5. Bagaimana penjelasan filsafat tentang garis lurus?
Garis lurus adalah kumpulan titik-titik kedua arah menuju tak hingga. Secara filsafat, garis lurus dapat digambarkan sebagai hermeneutika kehidupan ideal yang tidak dapat diulang. Selain itu, sifat garis lurus yang memiliki panjang tak hingga menggambarkan manusia yang menjalani hidup dengan waktu yang tak terhingga.
6. Bagaimana penjelasan filsafat tentang materi peluang?
Peluang adalah suatu ketidakpastian. Nilai peluang pada rentang 0 dan 1 dimana memiliki makna bahwa 0 adalah kejadian mustahil terjadi sedangkan 1 adalah kejadian yang pasti terjadi, dan suatu kejadian akan memiliki pulang akan terjadi maupun tidak terjadi. Seperti kehidupan, dimana tidak ada suatu yang pasti, yang ada hanyalah peluang kejadian yang dapat diikhtiarkan. Sesungguhnya hidup ini adalah suatu ketidakpastian, yang berisi sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.
7. Bagaimana membuat siswa tidak terbebani dengan matematika?
Cara membuat siswa tidak merasa terbebani dengan matematika adalah guru hendaknya memahami tentang learning trajectory. Learning trajectory adalah lintasan belajar siswa yang memberikan gambaran tentang proses berpikir siswa. Tiga komponen utama learning trajectory yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan hipotesis belajar siswa. Seorang guru seharusnya mampu menyesuaikan ruang dan waktu siswa sehingga guru tidak boleh merasa puas dengan pengetahuan yang dimilikinya. Ketika guru mampu memahami dan memprediksi proses berpikir dan belajar siswa, maka siswa akan belajar matematika dengan senang hati tanpa merasa terbebani.
8. Bagaimana siswa memahami materi dalam belajar matematika?
Cara siswa memahami materi dalam belajar matematika adalah hedaknya guru mengajarkannya secara konsep, tidak hanya rumus. Hal ini sesuai dengan tiga cabang utama filsafat, yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi yang berarti unsur masukan, unsur proses, dan unsur hasil. Jika diartikan, proses belajar matematika berarti analisis tentang objek materi dari ilmu pengetahuan, mencari sumber-sumber ilmu pengetahuan, dan penilaian dalam ilmu pengetahuan. Sehingga ketiga hal tersebut menjadi suatu sistem yang menentukan pengetahuan secara utuh.
9. Bagaimana penjelasan filosofis tentang kreativitas siswa dalam matematika?
Kreativitas adalah suatu kondisi, sikap, atau keadaan yang bersifat khusus. Dalam filsafat, terdapat dimensi kreativitas yaitu dimensi yang tidak hanya mengutamakan penalaran tetapi bertujuan untuk meningkatkan dan membuka tabir alam yang tersedia dalam mendalami alam. Dalam matematika, kreativitas siswa berarti bagaimana cara siswa meningkatkan kemampuannya dari teori dan pengalaman yang dimiliki, kemudian dihubungkan menjadi suatu pengetahuan yang lebih mendalam.
10. Bagaimana pandangan filsafat tentang matematika realistik?
Dalam filsafat pendidikan matematika, terdapat dua pandangan tentan materi matematika, yaitu mathematics as a tool dan mathematics as human activity. Pendidikan matematika realistik (PMR) memiliki pandangan bahwa matematika sebagai kegiatan manusia. Dalam PMR, siswa diupayakan aktif dan membangun sendiri pengetahuannya, sesuai dengan teori konstruktivistik.
GOOD JOB Myo, itu adalah masalah dan solusi yang baik. memang begitu kondisi di lapangan
BalasHapusThankyou, kak Indra. Semoga bermanfaat ^^
Hapus